Kebijakan BoJ longgar, Yen Terkapar

Terkaparnya matauang yen minggu-minggu ini terhadap sterling pada perdagangan Senin (10/7) lalu diakibatkan oleh  Kebijakan moneter Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) yang masih longgar menjadi salah satu pemicu  mata uang safe haven ini melemah terhadap sejumlah matauang lainnya juga. Walau ada beberapa data ekonomi Jepang yang dirilis hari ini, kurs yen ternyata masih belum mampu menguat dibanding beberapa mata uang utama termasuk terhadap euro. Mata uang Negeri Sakura ini masih terkapar di hadapan euro.

Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda pada hari Senin mengulangi pernyataannya mengenai keputusan bank sentral tersebut untuk mempertahankan program stimulusnya yang masif sampai inflasi stabil di atas target 2 persen. Dia juga mengatakan inflasi cenderung berangsur-angsur berfluktuasi menjadi 2 persen yang mencerminkan adanya perbaikan ekonomi. "Perekonomian Jepang diperkirakan akan terus berkembang moderat di masa depan," kata Kuroda dalam sebuah pidato di pertemuan triwulanan para manajer cabang regional bank sentral.

Pelaku pasar rupanya kurang menyukai kebijakan moneter longgar yang diterapkan Bank of Japan (BoJ). Alhasil, kurs yen Jepang cenderung melemah. JPY tertekan lantaran BoJ mengabaikan desakan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mengurangi stimulus fiskal guna meminimalisasi risiko pelemahan konsumsi dan guncangan eksternal. Data ekonomi Jepang terbaru juga kurang oke. 

BOJ yang bersikeras mempertahankan kebijakannya yang sangat longgar membuat yen tak mampu bersaing terhadap beberapa mata uang, termasuk salah satunya poundsterling. Data inflasi Jepang yang masih belum mencapai target sebesar 2% membuat Gubernur BOJ masih belum menarik kembali stimulus keuangannya.

Mengutip Bloomberg, pasangan EUR/JPY pada perdagangan Senin (10/7) pukul 17.29 WIB bergerak menguat di angka 130,10. Penguatan ini juga terjadi pada pairing USD/JPY dan GBP/JPY pada waktu perdagangan yang sama.

Sementara dollar Amerika Serikat (AS) ditopang sentimen positif membaiknya data ekonomi AS. Pelaku pasar menilai hal ini akan membuat The Fed makin pede menaikkan suku bunga satu kali lagi.
Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada hari Jum’at setelah data menunjukkan bahwa ekonomi AS menciptakan lapangan kerja dengan kecepatan tinggi di bulan lalu, mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga ketiga oleh Federal Reserve di tahun ini.

Sementara euro menguat terhadap yen setelah European Central Bank (ECB) berniat mengurangi stimulus ekonomi. Hal ini dipandang positif oleh pasar.


0 Response to "Kebijakan BoJ longgar, Yen Terkapar"

Post a Comment